Tips public speaking

Napas bau dan gusi sakit? mungkin ini penyebabnya

Masalah kesehatan mulut bukan hanya soal sakit gigi saja. Ada berbagai gangguan kesehatan lainnya yang patut ditangani secara intensif supaya tidak mengganggu kenyamananmu. Salah satu yang paling sering terjadi adalah napas bau dan gusi sakit. Kamu harus mengenali penyebab gusi sakit supaya bisa mengatasinya dengan cara yang tepat.

Setelah menyimak ulasan tentang penyebab gusi sakit dan napas bau serta cara mengatasinya berikut ini, niscaya kamu jadi makin termotivasi menjaga kesehatan mulut dengan cermat.

BEBERAPA PENYEBAB GUSI SAKIT YANG HARUS DIWASPADAI

Kenali audience

Gusi sakit biasanya terjadi karena beberapa penyebab berikut ini:

● Gingivitis: radang gusi yang disebabkan kebersihan rongga mulut kurang terjaga. Sisa makanan yang tertinggal pada gigi dan gusi memicu perkembangbiakan mikroorganisme penyebab gingivitis.

● Periodontitis: infeksi dari jaringan di bawah gusi yang terjadi bila gingivitis tidak ditangani dengan benar. Beberapa gejala yang menyertai periodontitis adalah napas bau, gusi nyeri hebat, gigi terasa goyah, demam, serta kesulitan menelan dan berbicara. Jika dibiarkan begitu saja, periodontitis bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih parah, seperti infeksi tulang rahang, pergeseran gigi, gigi goyah atau tanggal, dan kemunculan abses di sekitar gusi.

● Sariawan (Stomatitis aphthosa): luka atau peradangan yang terjadi pada bibir, gusi, dan rongga mulut sehingga menimbulkan pembengkakan, nyeri, dan rasa tidak nyaman. Gusi yang bengkak, memerah, dan sakit ketika sariawan juga sering membuat nafsu makan menurun.

● Gigi berlubang: gangguan kesehatan mulut yang ini belum menimbulkan rasa nyeri pada tahap awal. Namun, gigi berlubang yang tidak segera diberi perawatan lambat laun akan menimbulkan nyeri hebat. Nyeri tersebut terkadang juga tidak terbatas pada gigi saja, melainkan juga gusi. Rasa sakit yang timbul dari gigi berlubang dapat berangsur hilang setelah gigi tersebut diberikan perawatan.

● Penggunaan kawat gigi atau gigi palsu: orang yang baru menggunakan gigi palsu atau kawat gigi biasanya juga mengalami masalah gusi sakit karena gusi bergesekan dengan plat gigi palsu atau kawat gigi. Namun, penyebab gusi sakit yang satu ini tidak akan berlangsung lama karena rongga mulut akan beradaptasi dengan kawat gigi atau gigi palsu sehingga rasa sakit pun lekas hilang. Apabila rasa sakit tidak kunjung hilang, konsultasikan dengan dokter gigi yang merawatmu.

● Tumor Gusi (epulis): Umumnya kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit, namun benjolan yang membesar terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman dan beberapa mulai mengeluhkan rasa nyeri. Para pengidap tumor gusi baru menyadari penyakit tersebut jika mulai merasakan nyeri dan mengalami gejala lainnya, misalnya gusi berdarah dan ukuran benjolan gusi semakin membesar. Beberapa jenis tumor gusi yang kerap dialami banyak orang, antara lain:

● Epulis fibromatosa: jenis tumor gusi yang paling sering diidap orang dewasa dan kerap terjadi di sekitar gigi berlubang atau sisa akar gigi

● Epulis kongenital: tumor gusi langka yang terjadi pada bayi baru lahir.

● Epulis gravidarum: tumor yang kerap terjadi pada ibu hamil karena perubahan hormon selama kehamilan yang memicu radang gusi.

● Epulis granulomatosa: tumor gusi pada lubang bekas cabut gigi yang kebersihannya kurang terjaga.

● Epulis fissuratum: iritasi kronis yang terjadi akibat penggunaan gigi palsu yang tidak sesuai secara terus-menerus.

Tips mengobati penyakit gusi dan bedah dan non bedah

Kenali audience

Prosedur bedah: operasi gusi biasanya dilakukan bila infeksi bakteri telah menyebar dan menyerang jaringan gusi hingga menyebabkan pembengkakan, pendarahan, dan gangguan tulang di sekitar rongga mulut. Tujuan operasi gusi adalah menyingkirkan kantong gigi berisi nanah (abses), memperbaiki bentuk gusi, dan mendukung regenerasi jaringan gusi secara maksimal. Prosedur non-bedah: pada fase awal atau kondisi sangat ringan. Cara berikut ini dapat mencegah dan mengurangi peradangan pada gusi tanpa pembedahan.

● Menyikat gigi 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum beraktivitas dan malam hari sebelum tidur. Kebiasaan baik ini dapat meredakan gusi sakit sehingga rongga mulut kembali sehat dan nyaman. Sekarang, ada pasta gigi Closeup Ever Fresh yang siap jadi andalanmu saat menyikat gigi. Pasta gigi Closeup ini diperkaya Triple Fresh Formula (purifying gel, anti-bacterial mouthwash, dan natural extract of clove and spearmint) yang membersihkan mulut hingga tuntas, membasmi bakteri sampai 99%, dan membuat napas segar. Menyikat gigi dengan pasta gigi Closeup Ever Fresh juga membuat gigi putih alami dan bebas bau tak sedap. Risiko gusi sakit akan menjauh darimu kalau kamu rajin menyikat gigi.

● Menggunakan benang gigi setelah menyikat gigi untuk mengangkat sisa-sisa makanan yang tak kasat mata. Pilihlah benang gigi yang teksturnya lembut dan elastis dan lakukan proses pembersihan secara perlahan-lahan agar tidak melukai gusi. Bila sela-sela gusi bebas dari sisa makanan, rasa sakit akibat radang gusi akan berkurang dan radang pun akan berangsur-angsur sembuh.

● Berkumur dengan obat kumur (mouthwash) untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela gigi secara maksimal. Pilihlah obat kumur yang bebas kandungan alkohol agar tidak menyebabkan sensasi terbakar pada mulut usai berkumur.

● Mengompres bagian pipi yang gusinya sakit dengan air hangat atau air es. Cara sederhana ini sangat ampuh mengatasi pembengkakan dan nyeri pada gusi. Kalau sakit gusi terus berlanjut setelah kamu melakukan prosedur perawatan non bedah, sebaiknya kamu lekas berkonsultasi dengan dokter gigi, ya. Jangan sampai gusi sakit menimbulkan gangguan kesehatan mulut yang lebih parah hingga mengganggu aktivitasmu.

3.  gigi berlubang yang tak kasat mata

Bagikan