Sudah rajin sikat gigi dua kali sehari, tapi tetap saja ada masalah seperti gigi kuning, plak membandel, atau bau mulut? Bisa jadi, masalahnya bukan pada seberapa sering kamu sikat gigi, tapi bagaimana teknik menyikat gigi yang kamu gunakan. Ya, cara menggosok gigi yang kurang tepat bisa bikin hasilnya nggak maksimal, bahkan berisiko merusak email gigi dan gusi.
Menyikat gigi itu bukan hanya kebiasaan yang bisa dilakukan asal-asalan. Kalau dilakukan dengan cara yang benar, aktivitas ini bisa bantu mencegah masalah gigi dan mulut sejak dini. Kalau kamu sikat gigi dengan cara yang benar, bagian-bagian yang sering luput, seperti celah antar gigi dan tepi gusi, ikut bersih juga. Efeknya? Mulut jadi lebih segar dan sehat.
Mungkin kamu pernah dengar berbagai cara menyikat gigi, tapi sebenarnya ada beberapa cara menyikat gigi yang benar menurut WHO dan para ahli kesehatan gigi. Yuk, kita bahas satu per satu tekniknya!
Teknik menyikat gigi Fones pas banget buat yang baru mulai belajar, baik anak-anak maupun orang dewasa. Yang penting, arahkan gerakan sikat membentuk lingkaran saat menyentuh permukaan luar gigi. Jadi, bulu sikat menyapu gigi dan gusi secara bersamaan.
Gerakan melingkar ini membantu mengangkat plak tanpa memberi tekanan berlebih pada gusi. Selain itu, teknik ini relatif mudah diikuti dan bisa meningkatkan kesadaran akan kebersihan seluruh permukaan gigi. Kamu cukup meletakkan sikat pada permukaan luar gigi, lalu putar perlahan dengan gerakan memutar searah jarum jam, lalu balikkan.
Meskipun terlihat sederhana, teknik Fones tetap harus dilakukan dengan lembut. Hindari menyikat gigi terlalu keras agar gusi tidak luka. Lakukan selama dua menit agar hasilnya maksimal.
Teknik Bass ini dikenal cukup populer di kalangan dokter gigi karena dianggap paling efektif membersihkan area gusi dan sela gigi. Cara melakukannya adalah dengan memposisikan bulu sikat pada sudut 45 derajat ke arah gusi, lalu lakukan gerakan pendek dan lembut ke depan-belakang.
Dengan kemiringan sekitar 45 derajat, bulu sikat dapat masuk ke ruang sempit di antara gigi dan gusi, daerah yang sering jadi tempat ngumpulnya kuman dan plak. Dengan teknik sikat gigi yang benar ini, kamu bisa meminimalkan risiko radang gusi dan pembentukan karang gigi.
Namun, penting untuk tetap menggunakan tekanan ringan saat menyikat. Menyikat gigi terlalu kuat bisa berdampak buruk, seperti mengikis enamel dan bikin gusi turun. Fokus pada setiap bagian gigi, dan pastikan kamu nggak melewatkan area belakang gigi geraham ya!
Teknik piagam sedikit berbeda dari yang lain karena fokusnya pada arah sikatan. Sikat gigi dalam teknik ini sebaiknya digerakkan dari pangkal gusi menuju ujung gigi. Kenapa? Supaya kotoran nggak terdorong masuk ke dalam gusi.
Cukup letakkan sikat di batas gusi dan gerakkan ke arah luar mengikuti alur pertumbuhan gigi. Untuk gigi atas, gerakkan ke bawah. Untuk yang bawah, arahkan ke atas. Lakukan dengan perlahan dan berulang pada setiap bagian gigi.
Teknik ini sangat berguna untuk membersihkan daerah yang sering terlewat dan juga cocok untuk orang yang punya masalah gusi. Meskipun butuh sedikit waktu dan ketelitian, hasilnya bisa jauh lebih bersih dibanding sekadar menggosok asal.
Cara menyikat gigi yang benar tentu harus didukung oleh sikat gigi yang tepat. Jangan sampai kamu sudah rajin menyikat gigi dengan teknik yang baik, tapi hasilnya tetap kurang optimal karena salah pilih sikat. Yuk, lebih concern dalam memilih sikat gigi yang tepat!
Pertama-tama, pastikan kamu memilih sikat gigi dengan bulu yang lembut. Sikat yang terlalu keras justru bisa merusak lapisan email gigi dan melukai gusi. Pilihlah sikat gigi seperti Closeup Precision Clean yang punya kepala sikat kecil dan bulu halus. Desainnya memudahkan kamu menjangkau area terdalam tanpa membuat mulut terasa tidak nyaman.
Kepala sikat yang kecil juga penting supaya kamu bisa membersihkan area-area sulit dijangkau, seperti bagian belakang gigi geraham. Sikat gigi juga perlu diganti secara rutin, idealnya setiap tiga bulan atau ketika bulunya sudah mulai melebar dan gak lagi efektif.
Untuk hasil maksimal, kamu bisa padukan dengan Closeup Menthol Fresh. Pasta gigi ini mengandung zinc dan antibakteri yang membantu menjaga kebersihan mulut serta memberi sensasi nafas segar hingga 18 jam. Jadi, bukan cuma bersih, tapi juga bikin kamu makin percaya diri saat berbicara.
Menyikat gigi bukan sekadar rutinitas harian, tapi bagian penting dari menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh. Dengan cara sikat gigi yang benar dan sikat gigi yang sesuai, kamu bisa mencegah banyak masalah gigi sejak dini.
Yuk, mulai perbaiki cara menyikat gigimu dari sekarang! Dan dapatkan gigi yang sehat, bersih, serta napas segar sekarang juga!
Artikel telah ditinjau secara medis oleh drg. Nanditha Puspadewi.