Kondisi enamel gigi terkikis disebut juga sebagai erosi gigi, yaitu ketika lapisan pelindung gigi bagian terluar rusak karena beberapa faktor.
Ketika enamel gigi terkikis dan jadi tipis, maka gigi menjadi lemah dan rentan terserang noda, rentan terhadap masalah sensitivitas, dan juga gigi berlubang. Jika kondisi enamel gigi terkikis dibiarkan terus-menerus, maka pengikisan akan terus berlanjut hingga ke lapisan terdalam gigi, yaitu dentin dan pulpa gigi.
Lalu apakah kondisi enamel gigi terkikis bisa dicegah atau diatasi? Yuk, cari tahu selengkapnya karena mencegah dan menjaga lebih baik daripada mengobati.
Kondisi enamel gigi terkikis atau erosi gigi bisa menyerang siapa saja. Masalah ini tergolong cukup umum, dan bisa terjadi pada semua usia, termasuk pada gigi susu bayi (50%) dan gigi permanen orang dewasa (45%).
Pada umumnya, erosi gigi terjadi dalam 2 tahap:
Dari jenis-jenis asam yang bisa menyebabkan enamel gigi terkikis antara lain:
Ini bisa berasal dari makanan, minuman, obat-obatan, atau zat asam lain di sekitar kita. Beberapa makanan dan minuman asam yang bisa menyebabkan enamel gigi terkikis antara lain:
Sering menyeruput minuman asam bisa memperpanjang waktu asam saat menyentuh gigi, dan ini bisa mempercepat enamel gigi terkikis.
Beberapa obat dan produk kesehatan, seperti tablet vitamin C kunyah, juga bisa menyebabkan erosi gigi.
Enamel gigi terkikis juga bisa disebabkan oleh:
Tanda enamel gigi terkikis cukup bervariasi dari setiap individu, namun ada beberapa indikasi awal antara lain:
Erosi gigi paling sering terjadi di bagian atas gigi, permukaan yang digunakan untuk menggigit, dan sisi dalam gigi.
Kalau sumber asamnya berasal dari lambung (misalnya karena GERD atau sering muntah), bagian dalam gigi lebih berisiko terkena.
Jika tidak ditangani sejak awal, enamel gigi terkikis bisa makin parah. Asam akan terus mengikis enamel dan lama-lama akan membuka lapisan bawahnya, yaitu dentin. Tambalan gigi juga bisa jadi terasa menonjol kalau enamel di sekitarnya ikut terkikis.
Kalau kamu pernah ngerasa gigi makin sensitif atau berubah bentuk, bisa jadi itu tanda awal erosi gigi atau enamel gigi terkikis.
Jika erosi gigi sudah terjadi, maka satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan berkunjung ke dokter gigi untuk konsultasi dan perawatan lebih lanjut.
Beberapa perawatan enamel gigi terkikis bisa berupa penambalan berbahan khusus, veneer atau pemasangan lapisan baru dari bahan porselen atau resin, hingga pemasangan mahkota gigi.
Semakin cepat kondisi enamel gigi terkikis diperiksa oleh dokter gigi, maka semakin besar peluang kerusakan bisa ditangani tanpa perawatan yang rumit.
Nah, untuk terhindar dari erosi gigi, kamu bisa menerapkan cara untuk mencegah enamel gigi terkikis. Misalnya saja seperti:
Agar terhindar dari masalah gigi yang lebih serius, penting untuk mencegah enamel gigi terkikis. Selain menerapkan beberapa cara di atas, penting juga untuk menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang berbahan tepat.
Kalau kamu tidak pede dengan gigi yang terlihat kuning karena kondisi enamel gigi terkikis, jangan langsung sembarangan memilih pasta gigi pemutih. Hal ini karena produk pemutih biasanya bersifat abrasif, yang artinya bisa mengikis enamel gigi terus-menerus.
Sebagai solusinya, kamu bisa memakai Closeup White Now Purple Color Correction - pasta gigi yang disertai dengan teknologi Purple Color Correction yang bisa menetralkan warna kuning di gigi dalam sikatan pertama.
Tidak perlu khawatir soal faktor abrasif, karena pasta gigi ini mengandung fluoride dan Micro Brighteners atau penghilang noda kuning di permukaan gigi yang berukuran sangat kecil, sehingga pasta gigi ini aman untuk enamel gigi dan bisa digunakan setiap hari.
Sambil mengatasi enamel gigi terkikis, terus jaga kesehatan gigi agar terlihat lebih putih dengan sensasi nafas segar yang tahan lama. Awali hari dengan senyuman cerah, lebih pede maksimal bersama Closeup.
Artikel telah ditinjau secara medis oleh drg. Veni Emiriya.