Enamel gigi sering disebut sebagai bagian tubuh terkeras, tapi ternyata enamel juga bisa rusak, lho. Namun, kamu gak perlu khawatir karena kamu bisa mencegah enamel gigi rusak dengan melakukan sejumlah cara.
Yuk, kita bahas secara lebih dalam seputar enamel gigi dan cara untuk memperkuatnya.
Tekstur enamel yang keras membuatnya berfungsi untuk melindungi gigi. Warnanya bisa putih susu hingga agak transparan, dan sebenarnya ini adalah jaringan paling keras di tubuh manusia – bahkan lebih keras dari tulang! Akan tetapi, lapisan gigi paling luar ini juga bisa rusak jika kamu tidak memberikan perawatan yang baik.
Berbeda dari jaringan lain di tubuh, enamel tidak punya sel hidup. Artinya, kalau sampai rusak atau hilang, tubuh kita tidak bisa memperbaikinya secara alami. Itulah sebabnya, merawat enamel gigi sangatlah penting demi menjaga kondisi gigi tetap sehat.
Enamel memiliki peran utama sebagai tameng yang melindungi bagian dalam gigi, seperti dentin dan pulpa, dari potensi kerusakan. Enamel gigi berperan sebagai pelindung pertama yang menghadapi tekanan saat kamu mengunyah, mengonsumsi minuman asam, atau menyikat gigi dengan cara yang terlalu keras.
Gak cuma itu saja, enamel juga akan melindungi saraf gigi agar tidak bersentuhan langsung dengan suhu yang terlalu panas atau dingin dari setiap minuman dan makanan yang kamu konsumsi. Jadi, tanpa enamel yang cukup kuat, kamu bisa lebih sering merasa ngilu saat makan es krim atau minum kopi panas.
Yang tak kalah penting, enamel membantu menjaga penampilan gigi. Meskipun enamel bersifat transparan, warnanya bisa memengaruhi seberapa putih gigi kamu terlihat. Apabila enamel gigi mulai menipis, maka gigi akan mengalami perubahan warna – jadi kekuningan – sehingga bisa membuatmu kurang percaya diri saat tersenyum.
Enamel memang memiliki tekstur yang sangat keras, tapi jika tidak dirawat dengan baik, enamel bisa mengalami kerusakan. Berikut adalah ciri-ciri enamel gigi yang rusak:
Pernah merasakan gigi tiba-tiba cenut-cenut waktu minum es atau kopi panas? Bisa jadi enamel kamu mulai menipis. Ketika lapisan pelindung ini rusak, dentin yang lebih sensitif akan lebih mudah terpapar oleh suhu ekstrem.
Meskipun kamu rajin sikat gigi, warna gigi tetap kuning? Ini bisa jadi tanda enamel mulai menipis. Karena enamel bersifat agak transparan, saat sudah aus, warna dentin yang lebih kuning di bawahnya jadi makin terlihat.
Coba perhatikan bagian pinggir gigi kamu di cermin. Kalau terlihat lebih bening atau transparan dibanding bagian tengah, bisa jadi itu tanda enamel mulai aus, terutama di bagian ujung-ujung gigi.
Permukaan gigi yang sehat biasanya terasa halus. Tapi kalau kamu merasa gigi seperti kasar atau tidak rata saat disentuh lidah, itu bisa jadi tanda bahwa enamel mulai terkikis dan permukaan gigi mulai rusak.
Kerusakan enamel bisa bermacam-macam, mulai dari erosi, yaitu hilangnya enamel karena paparan asam berlebih (biasanya dari makanan atau minuman), hingga abrasi, yaitu terkikisnya enamel karena gesekan, misalnya dari menyikat gigi terlalu keras atau kebiasaan menggigit benda keras.
Ada juga attrition, yaitu pengikisan enamel akibat gesekan antar gigi, biasanya karena kebiasaan menggemeretakkan gigi (bruxism). Kerusakan lain pada enamel gigi adalah enamel hypoplasia – kondisi saat enamel gigi tidak terbentuk dengan sempurna sejak kecil.
Sayangnya, tak ada cara memperbaiki enamel gigi karena enamel yang telah rusak tidak dapat diperbaiki atau dikembalikan ke kondisi awal. Namun, enamel tetap bisa diperkuat, misalnya dengan rutin menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Fluoride bisa membantu proses remineralisasi, yaitu mengembalikan mineral yang hilang dari permukaan gigi.
Selain itu, perbanyak konsumsi makanan tinggi kalsium seperti susu, keju, dan sayuran hijau. Kalsium membantu memperkuat struktur gigi dari dalam. Cara lain menjaga kesehatan lapisan terluar gigi adalah membatasi konsumsi makanan yang terlalu manis atau asam. Pasalnya, kedua jenis makanan tersebut bisa mengikis enamel dengan cepat.
Kalau kerusakan sudah cukup parah, dokter gigi bisa menyarankan perawatan tambahan seperti pelapisan fluoride profesional, bonding, atau bahkan veneer, tergantung dari seberapa besar kerusakan enamel yang terjadi.
Kerusakan enamel gigi bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal berikut ini:
Apa yang kamu makan ternyata berpengaruh banget ke kekuatan enamel gigi, lho! Makanan dan minuman yang terlalu asam kayak soda, jeruk, atau permen asem sebaiknya dikurangi. Sebagai alternatif, cobalah mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung kalsium dan fosfor, karena kedua nutrisi tersebut berkontribusi besar dalam memperkuat struktur gigi.
Menyikat gigi gak bisa dilakukan sembarangan. Kamu perlu memilih sikat gigi berbulu halus serta menggunakan cara menyikat gigi yang benar. Menyikat terlalu kuat justru bisa merusak enamel, lho. Selain itu, penting untuk lebih berhati-hati saat memilih produk pemutih gigi. Kandungan yang terlalu abrasif malah bisa merusak enamel secara perlahan.
Solusinya? Cobain Closeup White Now Purple Stain Color Correction yang aman buat enamel dan bisa bikin senyum kamu makin cerah. Pasta gigi ini mengandung fluoride dan Micro Brighteners yang aman untuk enamel gigi dan bisa digunakan setiap hari.
Selain itu, teknologi Purple Color Correction dalam pasta gigi Closeup juga bisa memutihkan gigi dalam sikatan pertama. Gigi yang putih bersih serta nafas yang segar tentunya bikin kamu jadi makin pede untuk menjalani rutinitas sehari-hari.
Meskipun terlihat baik-baik saja, sebaiknya kamu tetap menjadwalkan kunjungan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Pemeriksaan ini penting buat mengetahui kalau-kalau ada kerusakan enamel sejak awal, jadi bisa langsung ditangani sebelum makin serius. Mengingat tak ada cara memperbaiki enamel gigi, maka menjaga dan mencegah kerusakan sejak dini jadi pilihan terbaik.
Enamel memang kecil dan sering luput dari perhatian, tapi fungsinya sangat besar untuk kesehatan gigi secara keseluruhan. Dengan menjaga pola makan, teknik menyikat yang benar, serta kontrol rutin ke dokter gigi, enamel kamu bisa tetap kuat dan sehat. Yuk, mulai perhatikan kesehatan enamel dari sekarang supaya senyum kamu tetap bersinar tanpa rasa ngilu!
Artikel telah ditinjau secara medis oleh drg. Veni Emiriya.