Banyak orang ingin memiliki gigi putih secara instan karena malu dengan warna gigi yang kuning. Kalau kamu termasuk yang ingin memutihkan gigi secara instan, bleaching gigi bisa jadi salah satu solusinya!
Metode memutihkan gigi ini disebut bisa mengubah warna gigi menjadi lebih putih secara cepat dan instan. Namun, apa sih sebenarnya bleaching gigi ini? Apakah ada efek samping bleaching gigi? Yuk, kita bahas satu persatu di sini!
Bleaching gigi adalah prosedur memutihkan gigi dengan bahan kimia khusus, biasanya hidrogen peroksida atau karbamid peroksida. Zat ini bekerja dengan menembus lapisan email gigi, lalu memecah molekul-molekul penyebab noda dan warna kusam. Hasilnya, tentu saja warna gigi yang lebih putih dan cerah!
Bleaching gigi biasanya tersedia dalam dua metode, yaitu dilakukan di klinik oleh tenaga profesional, atau dengan memanfaatkan produk pemutih yang bisa digunakan secara mandiri di rumah. Perbedaannya ada di konsentrasi bahan pemutihnya. Kalau di klinik, hasil biasanya lebih cepat terlihat karena kadar bahannya lebih tinggi dan prosesnya diawasi langsung oleh dokter.
Bleaching gigi jelas bikin penampilan makin percaya diri. Warna gigi yang lebih cerah bisa membuat senyum terlihat lebih segar dan menarik. Banyak orang merasa lebih pede saat berbicara atau berfoto setelah melakukan perawatan ini.
Selain itu, bleaching bisa jadi solusi kalau gigi berubah warna karena faktor tertentu, misalnya sering minum kopi, teh, atau merokok. Dengan perawatan ini, noda membandel bisa memudar sehingga gigi terlihat lebih bersih.
Bleaching memang merupakan jenis perawatan gigi yang aman, tapi tetap saja metode ini memiliki efek samping. Berikut adalah efek samping bleaching gigi:
Setelah menjalani bleaching, banyak orang melaporkan masalah gigi sensitif. Penyebabnya, bahan bleaching terserap hingga dentin pada area yang dapat menghantarkan rasa nyeri ke syaraf. Akibatnya gigi menjadi lebih sensitif terhadap rasa nyeri apabila mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin.
Sensitivitas ini biasanya bersifat sementara dan bisa berkurang seiring waktu. Tapi, pada beberapa orang, rasa ngilu bisa cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama kalau sering konsumsi minuman dingin atau makanan yang sangat manis.
Selain gigi, gusi juga bisa kena dampaknya. Paparan bahan bleaching pada gusi kerap menimbulkan efek samping berupa nyeri, rasa tidak nyaman, maupun perubahan warna menjadi merah. Hal ini disebabkan oleh jaringan gusi cenderung lebih lunak dibanding gigi.
Walaupun iritasi biasanya hilang dalam beberapa hari, tetap saja terasa tidak nyaman. Apalagi kalau proses bleaching dilakukan dengan konsentrasi bahan tinggi tanpa perlindungan memadai di area gusi. Agar tidak berbahaya, perawatan bleaching lebih tepat dilakukan dengan pengawasan dokter gigi.
Bleaching yang dilakukan terlalu sering bisa bikin gigi jadi lebih rapuh. Hal ini karena zat pemutih bisa memengaruhi struktur enamel, membuatnya lebih tipis dan berkurang kekuatannya. Kalau enamel sudah menipis, gigi lebih rentan berlubang atau patah.
Efek jangka panjang inilah yang sering tidak disadari orang. Ingin cepat putih, tapi malah mengorbankan kesehatan gigi. Jadi, bleaching sebaiknya tidak dilakukan berulang kali dalam jangka waktu singkat, dan harus selalu dikonsultasikan dengan dokter gigi.
Nggak perlu khawatir dengan efek samping bleaching gigi, ya! Kamu bisa melakukan tips-tips berikut sebagai langkah untuk mencegah efek sampingnya:
Hindari asal coba produk bleaching tanpa arahan profesional. Dokter gigi tahu dosis yang aman dan cara melindungi gusi agar tidak terkena iritasi.
Bleaching gigi di rumah sah-sah saja, asalkan produk yang dipilih aman digunakan dan sesuai aturan pakai. Jangan tergiur harga murah tanpa tahu kandungannya.
Beri jeda waktu yang cukup antar perawatan. Pasalnya, jika bleaching dilakukan terlalu sering maka risiko gigi mengalami kerapuhan juga semakin tinggi.
Buat kamu yang masih ragu untuk melakukan bleaching gigi, simak fakta-fakta berikut untuk mengenal lebih dalam lagi seputar metode mencerahkan gigi ini:
Putih alami dari bleaching bisa berkurang lama-kelamaan, terlebih jika kamu sering merokok atau mengonsumsi minuman seperti kopi dan teh. Biasanya hasil bertahan 6 bulan sampai 2 tahun.
Bleaching memang cukup efektif untuk mencerahkan warna gigi yang menguning karena makanan atau kebiasaan merokok. Tapi kalau gigi berubah warna akibat obat-obatan atau kerusakan saraf, hasilnya mungkin kurang maksimal.
Ada anggapan bahwa bleaching membahayakan gigi, namun faktanya perawatan ini aman bila dilakukan sesuai aturan dan tidak terlalu sering. Intinya, ikuti aturan dan jangan asal coba.
Kalau belum siap untuk bleaching, jangan khawatir! Senyum cerah bisa kamu dapatkan tanpa harus treatment mahal. Cukup lakukan kebiasaan sehat seperti gosok gigi dua kali sehari, flossing, dan perawatan rutin ke dokter gigi.
Supaya hasilnya lebih optimal, gunakan pasta gigi pemutih. Misalnya, Closeup White Now Purple Stain Color Correction yang dibekali micro brighteners, membuat warna gigi tampak lebih putih sejak pertama kali digunakan. Dengan menggunakan pasta gigi Closeup secara rutin, kamu juga bisa mendapatkan hasil gigi putih yang diharapkan. Tenang aja, produk ini aman dipakai setiap hari karena tidak merusak enamel gigi.
Jadi, bleaching gigi memang bisa jadi solusi cepat untuk punya senyum cerah. Tapi, jangan lupa pahami dulu efek samping dan cara pencegahannya. Kalau ragu, coba dulu perawatan sederhana di rumah sebelum melangkah ke prosedur klinis.
Artikel telah ditinjau secara medis oleh drg. Nanditha Puspadewi.