Mungkin terasa berat, namun penting untuk menyadari bahwa setiap hubungan melibatkan dua pihak. Jika hubungan Anda menjadi hubungan toxic, ada kemungkinan Anda juga memiliki andil dalam dinamikanya. Seringkali, kita memilih diam, memendam perasaan, atau tidak berani menyuarakan ketidaknyamanan, yang justru dapat memperburuk situasi. Meskipun pasangan toxic memiliki peran besar, pembiaran dari diri sendiri juga bisa memperpanjang rasa sakit yang Anda alami.
Luangkan waktu untuk introspeksi diri dan akui jika ada kelalaian dalam menjaga batasan atau menghargai diri sendiri. Mengenali hal ini bukanlah bentuk menyalahkan diri, melainkan langkah krusial untuk tumbuh dan menjadi lebih kuat. Dengan kesadaran ini, Anda akan lebih siap mengambil keputusan bijak, termasuk mengakhiri hubungan toxic demi kebahagiaan dan keseimbangan emosional Anda.