Tips public speaking

Stop Sakiti Diri Sendiri! Cara Mengakhiri Hubungan Toxic

Kalau kamu berada dalam sebuah hubungan toxic, pasti deh sering manyun dan tersakiti mulu. Tidak bisa ditawar-tawar, siapapun harus mengakhiri hubungan toxic - terkecuali jika pasangan toxic bisa berubah dan ingin mengubah hubungan ke yang lebih sehat.

Setiap hubungan punya dinamika yang berbeda, tetapi jika hanya salah satu pihak saja yang menghargai hubungan, ini nih yang sering bikin hubungan ga sehat. Apalagi jika hubungan ini sampai mengarah ke yang negatif seperti ada faktor selingkuhan, kekerasan fisik, mendera secara emosional dan lain sebagainya. Supaya tidak berlarut-larut, simak dulu cara mengakhiri hubungan toxic tanpa harus bersifat cekcok apalagi sampai musuhan:

1. Akui Kalau Kamu juga Salah

Oke, mungkin kamu ga ingin dengar ini dan hanya ingin menyalahkan pasangan toxic saja. Tapi faktanya, hubungan bersifat dua arah dan kamu juga punya andil jika hubungan sampai bersifat toxic. Sejatinya, seseorang bisa speak up kalau sekiranya ada hal-hal yang bersifat negatif saat sedang berlangsung dan tidak hanya dipendam saja.

Jadi prinsipnya, pasangan toxic bukan satu-satunya yang pelaku hubungan tidak sehat tetapi juga ada unsur pembiaran dari dirimu sampai tersakiti. Coba deh tatap wajahmu di cermin dan akui dari hati terdalam bahwa mungkin kamu juga lalai menyayangi diri sendiri. Tapi it’s okay, sekarang kamu sudah tahu kalau kamu jauh lebih baik dan siap mengakhiri hubungan toxic..

2. Perbanyak Sosialisasi yang Sifatnya Positif

Supaya bisa mengakhiri hubungan toxic, kamu bakal butuh banyak dukungan dari pertemanan di sekelilingmu. Jika ada keraguan, coba deh diskusikan dengan teman-temanmu. Kamu pasti terkejut melihat banyaknya support dari teman-teman yang mendukung kamu mengakhiri hubungan toxic. Cara mengakhiri hubungan toxic ini terutama sangat mujarab bagi kalian yang terus-terus tidak berani mengambil langkah pertama. Mungkin dorongan dari teman, keluarga atau rekan-rekan kantor ini bakal jadi motivasi penting yang tidak pernah kamu duga sebelumnya. Perlahan tapi pasti, ingat untuk dicoba yak!

3. Bersifat Seobjektif Mungkin

Kenali audience

Supaya ga berat-berat mengakhiri hubungan toxic, mulai kaji ulang kualitas hubungan kamu dengan pasangan toxic. Bayangkan saja, bersediakah kamu menjodohkan sohib karib atau saudaramu ke pasangan toxic? Jika kamu bisa menyadari seberapa toxicnya sebuah hubungan, pasti lebih mudah untuk mengakhiri hubungan toxic secepat mungkin.

Tapi pastikan kamu juga memberikan penilaian seobjektif mungkin ya. Jika ada bagian positif dari pasangan toxic, ya akui saja dan apresiasi sesuai realita. Dengan menyadari kualitas hubungan dari segi positif dan negatif, kamu juga bakalan semakin disadarkan dan tidak berlama-lama menunda mengakhiri hubungan toxic lagi.

4. Mencari Solusi Sendiri

Apakah kamu punya ketergantungan tertentu dengan pasangan toxic? Adakah hal-hal yangmembuatmu sulit mengakhiri hubungan toxic? Seringnya hubungan toxic terjadi karena beberapa faktor seperti:

- Kamu kurang percaya diri

- Kamu butuh bantuan moral

- Kamu bergantung secara finansial terhadap pasangan toxic

- Dan lain sebagainya

Ada baiknya kamu mulai mencari tahu apa sebenarnya yang menjadi sumber permasalahan sehingga memicu hubungan dengan pasangan toxic. Setelah mengetahuinya, maka kamu bisa mulai mencari solusi juga, misalnya mulai mencoba lebih percaya diri, memilih dekat dengan keluarga dan orang kepercayaan lain, hingga menabung lebih banyak supaya tidak harus bergantung secara keuangan pada pasangan

toxic.

5. Mulai Berhenti Berhubungan dengan Pasangan Toxic

Terus-terusan berhubungan dengan pasangan toxic bakalan menghalangi proses penyembuhan. Walaupun memang mungkin kalian tidak bisa serta merta atau secara total berhenti berhubungan, ada baiknya mulai kurangi seminimal mungkin dan tidak berhubungan secara langsung.

Apakah setelah mengakhiri hubungan toxic lalu boleh berhubungan lagi? Bisa saja, tapi pastikan saja kalian berdua sudah masing-masing melewati proses penyembuhan, sudah berubah dan ada kemungkinan untuk jadi teman kembali. Tetapi pastinya saat baru saja mengakhiri hubungan toxic, sebaiknya jangan langsung mencoba terlalu banyak berhubungan.

6. Gunakan Waktu untuk Menyembuhkan Luka

Setelah mengakhiri hubungan toxic, kamu harus tahu caranya menyembuhkan luka. Dengan demikian, kamu tidak berisiko galau dan malah berpikiran lebih baik kembali ke pasangan toxic. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk segera pulih antara lain:

- Temukan kembali rasa percaya dirimu

- Gunakan waktu untuk mengasah kembali potensi diri

- Fokus pada hal-hal lain yang tidak berbau asmara

- Hindari langsung loncat ke hubungan selanjutnya

- Mencoba hobi baru dan banyak bersosialisasi dengan pergaulan yang positif

7. Jangan Ragu Minta Bantuan Professional

Mengakhiri hubungan toxic bisa terasa sangat berat, sehingga wajar saja jika beberapa individu memilih untuk meminta jasa atau bantuan profesional. Dengan dukungan dari suara yang ahli dan memang terlatih, mengakhiri hubungan toxic bisa dilakukan dengan lebih pasti dan mantap.

Tidak hanya untuk menghindari hubungan toxic, jasa konseling psikologis atau bantuan profesional ini juga bisa untuk membantu kamu pulih dan move on setelah mengakhiri hubungan toxic. Coba deh hubungi tenaga profesional atau support kelompok yang khusus mendalami hubungan personal, termasuk juga pengacara jika dibutuhkan saat mengakhiri hubungan toxic dalam ikatan pernikahan.

Bagi yang ingin mengakhiri hubungan toxic, semakin cepat semakin baik nih. Jika memang yakin dengan langkah yang akan diambil, semoga semua berjalan untuk kebaikanmu. Langsung dipraktekkan dan semoga membantu prosesmu dalam mengakhiri hubungan toxic.

Reference:

● https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3651687/deretan-cara-keluar-dari-toxic-relationship-menurut-psikolog

● https://wolipop.detik.com/love/d-5475249/ini-cara-keluar-dari-toxic-relationship-menurut-psikolog

● https://health.kompas.com/read/2020/11/28/192900268/6-cara-keluar-dari-toxic-relationship?page=all

Bagikan