Pernahkah kamu merasakan bagian kasar di belakang gigimu? Nah, bisa jadi itu plak atau bahkan karang gigi. Meski sering dianggap sama, sebenarnya dua hal ini beda, lho. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang perbedaan plak dan karang gigi!
Plak merupakan endapan lembut yang menutupi gigi dan terbentuk dari kombinasi air liur, partikel makanan, serta bakteri di mulut. Plak ini sifatnya lengket dan nyaris gak terlihat kalau cuma dilihat sekilas. Plak akan terbentuk dalam waktu beberapa jam setelah makan – terutama jika kamu gak langsung menggosok gigimu atau banyak mengonsumsi makanan manis.
Sementara itu, karang gigi (atau kalkulus gigi) adalah plak yang sudah mengeras karena gak dibersihkan dalam waktu lama. Jadi bisa dibilang, karang gigi itu adalah “versi level up” dari plak. Warna karang bisa bervariasi, mulai dari putih kekuningan sampai kecokelatan, tergantung kebiasaan kita, kayak minum kopi, teh, atau merokok.
Penyebab terbentuknya plak dan karang gigi hampir serupa tapi tak sama. Asal muasal plak adalah dari makanan dan minuman yang berkabohidrat tinggi. Bakteri yang terdapat di dalam mulut akan memakan sisa makanan tersebut dan memproduksi asam. Nah, asam tersebut akan membuat gigi rapuh dan gampang berlubang. Kalau plak gak dibersihkan, asam akan terus menyerang enamel gigi, bikin gigi makin rapuh.
Lalu, kalau plak terus-terusan dibiarkan tanpa dibersihkan dengan benar, dia bakal mengeras dan jadi karang gigi. Proses ini biasanya terjadi dalam beberapa hari saja. Tak hanya itu saja, kalau kamu malas menggosok gigi atau tidak pernah flossing, plak akan mengeras dan membentuk karang gigi. Kurangnya asupan air putih dan air liur yang terlalu kental dapat mempercepat proses terbentuknya karang gigi.
Lantas, apa perbedaan plak dan karang gigi secara lebih detail? Yuk, baca poin-poin ini!
Ciri-ciri plak gigi adalah teksturnya lembek dan lengket. Biasanya kita gak langsung sadar karena warnanya transparan atau putih pucat. Tapi kalau kamu gosok gigi dan terasa licin atau ada lapisan aneh, bisa jadi itu plak yang belum mengeras.
Sedangkan ciri-ciri karang gigi adalah teksturnya keras dan kasar. Karang sangat melekat di permukaan gigi, bahkan kadang sampai ke sela-sela gusi. Membersihkannya gak bisa cuma mengandalkan sikat gigi rumahan. Diperlukan bantuan dokter gigi dengan peralatan khusus untuk mengangkatnya secara menyeluruh.
Setelah mengonsumsi makanan atau minuman, plak bisa langsung berkembang hanya dalam beberapa jam saja. Itulah sebabnya sangat penting untuk gosok gigi setelah sarapan dan sebelum tidur di malam hari.
Lain halnya dengan plak – karang gigi membutuhkan waktu beberapa hari atau minggu untuk bisa terbentuk dan melekat pada gigi. Jadi, semakin lama plak tidak dibersihkan, makin besar kemungkinan dia berubah jadi karang. Dan sekali jadi karang, gak bisa balik lagi jadi plak. Mengatasi karang gigi hanya bisa dilakukan lewat prosedur scaling yang dilakukan langsung oleh dokter gigi.
Gigi bisa berlubang kalau plak terus menumpuk tanpa ditangani. Plak ini mengandung asam yang bisa melemahkan enamel gigi sedikit demi sedikit.
Sementara itu, karang gigi bisa dibilang lebih bahaya dibanding plak. Karang yang tak kunjung dibersihkan dapat memicu radang gusi (gingvitis), gusi berdarah atau masalah yang lebih serius, seperti periodontitis. Karang gigi juga bisa membuat gigi goyang atau gusi jadi turun. So, jangan anggap sepele masalah ini, ya!
Ada berbagai cara alami menghilangkan plak dan karang gigi, lho! Yuk, simak beberapa caranya berikut!
Menjaga gigi tetap bersih dari plak bisa dimulai dengan kebiasaan menyikat gigi yang benar. Cukup dua kali sehari selama dua menit, pastikan seluruh permukaan gigi tersentuh gerakan memutar.
Dengan bentuk kepala sikat yang ramping, sikat gigi Closeup Precision Clean bisa masuk ke bagian-bagian sulit dan memberikan sensasi bersih menyeluruh serta napas lebih segar. Selain itu, penumpukan makanan yang jadi cikal bakal karang gigi juga bisa bikin bau mulut, jadi penting banget juga pakai Closeup Menthol Fresh dengan anti-bakteri yang menjaga kebersihan gigi dan bikin nafasmu selalu fresh selama 18 jam!
Walaupun kamu sudah menggosok gigi secara teratur, tapi kenyataannya masih ada sisa makanan atau kotoran yang tertinggal di sela-sela gigi. Di sinilah peran flossing.
Flossing bermanfaat untuk membersihkan kotoran hingga ke sela gigi sehingga bisa mencegah pembentukan plak. Lakukan flossing setidaknya sekali sehari, terutama sebelum tidur, supaya sisa makanan nggak menginap semalaman di gigi kamu.
Salah satu langkah pencegahan plak dan karang gigi adalah rutin berkumur menggunakan obat kumur yang mengandung antiseptik. Untuk mengatasi bakteri penyebab plak, mouthwash antiseptik bisa jadi solusi yang lebih ampuh.
Tak hanya bikin napas jadi lebih segar, obat kumur juga bisa menjangkau bagian mulut yang sering terlewat saat menyikat atau menggunakan benang gigi – misalnya, area belakang lidah atau bagian dalam gusi.
Sikat gigi dan flossing memang penting, tapi bukan jaminan plak dan karang gigi akan hilang sepenuhnya. Supaya tetap terkontrol, kamu dianjurkan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap setengah tahun.
Pembersihan karang gigi dilakukan oleh dokter menggunakan alat khusus yang aman untuk lapisan luar gigi. Selain itu, kamu juga bisa dapat saran profesional soal cara merawat gigi yang lebih optimal.
Kini, kamu sudah tahu perbedaan plak dan karang gigi. Intinya, plak itu bisa dicegah dengan kebiasaan bersih-bersih yang konsisten, sementara karang gigi butuh bantuan profesional. Jadi, jangan tunggu sampai gigi bermasalah.
Perlu diingat, cara ampuh menghilangkan plak dan karang gigi bisa dimulai dari senantiasa menjaga kebersihan gigi dan jangan lupa untuk rutin kontrol ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali, ya!
Artikel telah ditinjau secara medis oleh drg. Veni Emiriya.