Bau mulut kadang gak hilang meskipun kita sudah rajin gosok gigi dan berkumur pakai mouthwash. Nah, bisa jadi penyebabnya bukan dari gigi, tapi dari batu amandel.
Walau kedengarannya sepele, bau mulut karena amandel ini ternyata sering terjadi, lho! Yuk, cari tahu cara menghilangkan bau mulut karena amandel!
Batu amandel – atau yang dikenal dengan istilah medis tonsillolith – adalah gumpalan keras berukuran kecil dan berwarna putih kekuningan yang berada di celah atau lekukan amandel.
Amandel sendiri adalah bagian dari sistem imun tubuh yang berada di belakang tenggorokan, dan punya banyak celah alami atau disebut juga kripta. Batu amandel terbentuk ketika partikel makanan, lendir, sel-sel mati, dan bakteri menumpuk di lekukan-lekukan kecil pada permukaan amandel.
Karena ukurannya kecil, banyak orang yang tidak menyadari bahwa ada batu di amandelnya. Tapi, begitu ukurannya membesar atau menumpuk, bisa menyebabkan rasa gak nyaman di tenggorokan, sensasi seperti ada yang nyangkut, hingga menimbulkan bau mulut yang gak sedap. Walaupun terdengar sepele, kondisi ini bisa cukup mengganggu, apalagi kalau kamu termasuk orang yang aktif bersosialisasi.
Apa yang membuat batu amandel membesar dan menyebabkan bau mulut? Simak poin-poin berikut!
Kalau kamu termasuk tim "gosok gigi cuma pas mau keluar rumah", perlu hati-hati. Kurangnya menjaga kebersihan mulut bikin bakteri dan sisa makanan lebih mudah menempel di area mulut, termasuk amandel. Sisa makanan yang masuk ke dalam celah amandel lama kelamaan akan mengeras seperti batu. Kebiasaan malas gosok gigi juga bikin bau mulut makin parah karena bakteri berkembang biak dengan bebas.
Merokok gak cuma bikin gigi kuning, tapi juga bisa memperparah pembentukan batu amandel. Asap rokok dapat menyebabkan iritasi di area tenggorokan, tak terkecuali amandel. Selain itu, rokok juga bisa memengaruhi keseimbangan bakteri di mulut dan mempercepat penumpukan kotoran yang nantinya jadi batu amandel. Jadi, buat kamu yang masih merokok, pertimbangkan lagi efek jangka panjangnya.
Pernah radang tenggorokan yang bikin amandel bengkak dan nyeri? Bisa jadi itu tanda tonsillitis. Nah, radang ini bisa menyebabkan pembengkakan dan peradangan di area amandel, sehingga celah-celahnya makin dalam. Akibatnya, kotoran jadi gampang terselip dan lama-lama mengendap sehingga terbentuklah batu amandel.
Meskipun tampaknya tidak berkaitan, infeksi telinga dapat berkontribusi terhadap terbentuknya batu amandel. Pasalnya, saluran yang ada di kepala dan leher saling terhubung. Infeksi telinga berulang bisa menyebabkan peradangan menyebar ke bagian tenggorokan dan amandel, sehingga memicu produksi lendir dan bakteri yang bisa menumpuk jadi batu amandel bau.
Penderita sinusitis biasanya mengalami hidung tersumbat dan produksi lendir berlebih. Lendir ini bisa turun ke tenggorokan, terutama saat tidur. Kalau terus-menerus terjadi, lendir akan menempel dan mengisi celah amandel, jadi bahan baku empuk pembentukan batu amandel berbau. Jadi jangan remehkan gangguan sinus, ya!
Salah satu tanda paling kentara dari batu amandel adalah napas yang bau banget, padahal kamu udah rajin sikat gigi dan kumur pakai mouthwash. Soalnya, di dalam batu amandel ada bakteri anaerob yang nguraikan protein dan ngebentuk zat sulfur penyebab bau. Nah, senyawa inilah yang punya bau tajam dan gak sedap, mirip telur busuk.
Yang bikin lebih tricky, batu amandel bisa tersembunyi di balik lipatan tenggorokan dan gak kelihatan. Jadi, walaupun kamu ngerasa mulut udah bersih, ternyata masih ada si biang bau yang sembunyi diam-diam di dalam sana. Itulah kenapa penting banget untuk memahami penyebab dan cara menanganinya.
Kalau kamu mulai ngerasa ada tanda-tanda batu amandel, gak perlu buru-buru panik. Coba dulu beberapa langkah simpel berikut ini:
Kalau batu amandel sudah besar atau sering muncul kembali, sebaiknya konsultasi ke dokter THT. Dokter bisa melakukan pengangkatan batu amandel dengan alat khusus atau menyarankan tindakan medis lain seperti pengangkatan amandel (tonsilektomi) jika sudah kronis.
Untuk mengatasi bau mulut tidak sedap karena amandel, tentu kamu perlu berkunjung ke dokter untuk mendapatkan penanganan menghilangkan amandel. Selain itu, kamu juga bisa mencoba beberapa cara berikut ini di rumah jika mengalami keluhan bau mulut yang susah hilang:
Air garam hangat punya efek antiseptik alami. Berkumur dengan larutan ini bisa membantu membersihkan area tenggorokan dan amandel dari sisa makanan serta bakteri. Selain itu, air garam juga bisa meredakan peradangan ringan dan mengurangi bau mulut yang muncul akibat batu amandel.
Dehidrasi bisa bikin mulut jadi kering, dan ini kondisi favorit buat bakteri berkembang. Dengan banyak minum air putih, produksi air liur akan meningkat, membantu menjaga keseimbangan pH di mulut dan mendorong sisa makanan serta bakteri keluar dari area tenggorokan.
Semprotan antiseptik mulut bisa jadi solusi praktis untuk membunuh bakteri penyebab bau. Gunakan produk dengan kandungan antibakteri yang efektif dan mampu mencapai area tenggorokan, karena di situlah batu amandel umumnya terbentuk. Tapi ingat, ini hanya solusi sementara—penyebab utamanya tetap harus ditangani.
Ini langkah paling dasar tapi paling penting. Bau mulut tidak hanya disebabkan oleh masalah amandel, tapi juga bisa muncul akibat bakteri yang menumpuk di dalam mulut, khususnya di area lidah dan gusi. Kamu bisa rutin menyikat gigi dua kali sehari dan jangan lupa bersihkan lidah juga.
Untuk perlindungan ekstra, kamu bisa coba pakai pasta gigi Closeup Menthol Fresh, yang mengandung zinc dan antibakteri, efektif menjaga napas tetap segar hingga 18 jam.
Jadi, kalau kamu sering merasa mulut bau padahal udah rajin gosok gigi, jangan buru-buru menyalahkan makanan. Bisa jadi, ada "penyusup" kecil di amandel kamu yang jadi biang keroknya. Yuk, mulai lebih peduli sama kebersihan mulut dan tenggorokan, biar bisa tetap percaya diri setiap saat!
Artikel telah ditinjau secara medis oleh drg. Veni Emiriya.